Maret 2, 2024

News Lapas Tahuna

Informasi Lapas Tahuna

Asesor Bersama Jajaran Lapas Tahuna Ikuti Giat Bimtek Asesmen

2 min read

Tahuna, INFO_PAS – Dalam rangka Optimalisasi Pelaksanaan Asesmen Bagi Tahanan/Narapidana/Anak Binaan, bertempat di ruang aula, Kepala Subbagian Tata Usaha (Kasubag TU), Mochaimin selakukan Asesor bersama jajaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tahuna mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Asesmen bagi Tahanan/Narapidana/Anak Binaan di Rutan/Lapas/LPKA secara virtual melalui aplikasi zoom. Rabu (7/02).

Kasubag TU, Mochaimin selaku asesor menyampaikan melalui kegiatan pelaksanaan Asesmen bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dapat terlaksana dengan optimal oleh Kami sebagai asesor dan seluruh Jajaran Lapas Tahuna. “Kami harapkan jajaran Lapas Tahuna yang telah mengikuti kegiatan ini dapat memahami terkait gambaran umum dan kegunaan Instrumen Screening Penempatan Narapidana (ISPN), Instrumen Penilaian Kebutuhan Pembinaan Narapidana Risiko Tinggi Kategori Teroris dan cara menentukan atau mengklasifikasi tingkat risiko pada masing-masing Narapidana/Klien,” ujarnya

Sementera itu, dalam sambutan Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sulawesi Utara (Sulut), Aris Munandar menuturkan melalui kegiatan ini para peserta dapat memahami tingkat risiko pengulangan tindak pidana dan mengetahui kebutuhan pembinaan atau pembimbingan yang paling tepat bagi narapidana atau Klien Pemasyarakatan berdasarkan faktor-faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya tindak pidana. “Ini merupakan salah satu bentuk peningkatan pengetahuan dan keterampilan bagi petugas dalam melakukan asesmen terhadap warga binaan,” tuturnya.

“Kami harapkan, partisipasi dari para peserta dalam kegiatan ini melalui diskusi, agar reintegrasi bagi WBP dapat terlaksana dengan baik dan sesuai dengan ketentuan peraturan yang ada” ucap Aris sekaligus membuka kegiatan Bimbingan Teknis Asesmen

Dalam bimtek tersebut pemateri memaparkan terkait Instrumen Screening Penempatan Narapidana (ISPN) dan Asesmen Risiko Resdivis Indonesia (RRI) dan Kebutuhan Kriminogenik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *